Banjir la9i- Banjir la9i...

Banjir. Warisan turun temurun di Jakarta, malah lumrah-hal yang biasa *Oh ya?. Sudah 5 hari banjir merendam Ibukota-kota metropolitan * sekali lagi patutkah wajah Ibukota seperti itu?. Banjir kali ini lebih hebat dari sebelumnya.Bahkan tingginya sempat mencapai 5 m menyusul kemudian informasi akan datangnya banjir susulan kiriman dari Bogor *MasyAlloh... 
Bila dipantau dari atas, Ibukota laksana lautan dengan lotengnya yang menyembul pucuknya saja *tapi tak sebiru lautan yg sbenarnya.Kesibukan Ibukota tidak seperti biasanya. Memang sama-sama berpacu dengan waktu. Orang-orang, baik tua-muda, anak-anak, bahkan balita menggigil kedinginan dengan pakaian basah yang melekat di badan, dengan perut melilit menahan lapar,dengan diliputi kecemasan akan banjir susulan, dengan wajah yang pucat pasitergores luka dihati tumbuhkan kisah pilu yang mempertanyakan kapankah ini segera berakhir?siapa yang patut disalahkan?.
Yo wis.. jo salah-salahan. Ga ada seorangpun yang mau disalahkan, apalagi
ngaku salah. Jadi mikir kan?. Hingga sekarang penduduk kota Jakarta kian bertambah-melonjak, seperti magnet menarik orang-orang mengadu nasib di Ibukota. Entah yang belajar,kerja,ikut suami/istri, ada yang lain?. Pembangunan gedung2, mall, proyek laen juga semakin menjamur. Tapi apakah dibarengi dengan luasnya daerah Jakarta? kayaknya ga tambah luas deh-alias segitu-segitu aja.Kota jakarta semakin pengap, padat, tak ada resapan air yang cukup karna tanah sudah ditanduri aspal, trus mo lari kemana airnya kalo bukan berenang-renang di situ?. Tapi tetep aja sedikit yang peduli, kalo sudah kejadian baru deh di urai-dipermasalahkan. telat.
Disaat genting seperti ini pun masih ada aja yang ngambil kesempatan dalam kesempitan. Kemarensalah satu tetangga (korban banjir) yg tinggal bersama kakakku di Klapa Gading pulkam naek kereta. Tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang melekat, celana pendek +sendal jepit. Katanya sudah 3 hari ga makan, menyelamatkan diri aja harus nyewa perahu karet Rp.40.000, mo makan-harga 1 mie instan Rp. 4000 *Hah??. Mending pulkam sambil menunggu banjir surut. Tapi, aku belum tahu gimana kabar kakaku, sejak banjir sulit dihubungi. Teman yang pulkam juga ga tahu kabarnya
.
Gara2 banjir juga berdampak ya buat para blogger (terutama dr Jakarta) yang terkena musibah banjir *blom pada update ya?.
Lewat tulisan ini N mengucapkan turut berduka cita atas musibah yang menimpa temen-temen semua. Hanya doa dan dukungan yang bisa N lakukan, semoga bencana ini segera berakhir dan diberi ketabahan mengahadapi cobaan ini dan tentunya bisa ngeBlog lagi. Keep Smile n Keep uR spirit yack.... N tunggu kehadirannya lagi di dunia perBloggan 
Alhamdulillah disini nda banjir. Sehari ujan besoknya cerah.




3 t'men ngomen:
N,.. yg banjir bukan hanya di Jkt aja, Bekasi, Tanggerang, Depok & Bogor jg terkena banjir,..
Alhamdulillah, walau di rmh banjir, tp airnya gak sampe masuk ke dalam rumah,... jadi pas 3 hr kmrn, ngungsi di rmh kk :D
Semoga bencana ini segera berakhir yaaa,....
@Iko
Moga cepat berakhir yack, kesepian nih ga ada temen2 blogger. Banjirnya mpe kemana-mana lagi. Hati-hati ya jaga kesehatan jangan mpe sakit....
katanya sudah surut yah ? tapi mudah mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Post a Comment