Tren Acara TV Kita....

Sekarang, siapa sih yang ga punya TV?. Nyaris tidak ada. Benda ini sudah tak lagi menyandang gelar sebagai barang mewah. Karna di setiap sudut rumah hampir ada. Bahkan untuk kalangan menengah ke atas masing2 kamar disediakan - dilengkapi VCD/DVD Player juga *alasan kebutuhan atau saking mampunya?. Bebas nonton.Tanpa disadari itu berarti memberi kuasa-wewenag benda ini (baca:tipi) untuk mendidik si buah hati. Parahnya kalo nanti si anak ternyata lebih manut dan dengan senang hati menuruti perintah yang digaungkan TV ketimbang ngajeni orang tua, nasehatnya cuma numpang lewat di kuping kanan-kiri.
Di desa ku pun demikian, hampir semuanya memiliki barang ini. Mungkin krn harga TV yang semakin murah juga meningkatnya taraf hidup masyarakat .
Ya itu lah nasib elektronik. Sekali muncul memang serba wah (baik harga maupun fasilitasnya) kemudian lama -kelaman harga menjadi murahan. Ada satu hal yang hilang, kami kehilangan kedekatan kami. Dulu sewaktu yang punya TV cuma satu rumah dalam satu RT, tiap malam sehabis shalat maghrib di langgar (baca:Mushola) kami (masih anak2) nonton bareng di rumah itu. Rame banget nonton sambil guyonan (becanda-red) gitu *tau kan becandanya anak sd? hehehe.
Acara favorit kami dulu itu "si Yoko sama Bibi Lung" alias "the Return Condor of Heros" *xixixi itu pahlawanku
.Pemeran utamanya Andy Lau itu low.... tau kan?. Lho kok jadi bahas ini ya. ya udah, kembali ke..... laptop tema.
Tapi sekarang? ketika masing2 rumah sudah punya TV, kami tak lagi nonton bersama. Kecuali bersama keluarga saja. Kangen deh.... Ada satu lagi yang hilang. Apa? Kenaturalan-keluguan-kepolosan acara TV sekarang telah bergeser. Porsi acara bagi anak anak satu persatu rontok .si Unyil- Nyanyian anak-anak telah berubah menjadi acara yang lebih dewasa-matang. Acara sudah tidak proporsional lagi dengan kebutuhan penonton yang kebanyakan masih anak-anak dan remaja.Awalnya pacarannya ala anak kampus kemudian merambah anak SMA-anak SMP dan sekarang ada anak SD yack (film Heart series itu lo). Kalopun ada yang beraliran beda paling sedikit seperti Jejak Petualang-Petualangan Bahari dan sejenisnya.
Tayangan tv sekarang sejak matahari terbit sampai terbit lagi hampir semuanya didominasi kehidupan ABG "Pacarannya". Di ulang-ulang lagi.SCTV-adalah salah satu stasiunt TV swasta yang getol menayangkan reality show jenis ini. Ada Makcomblang-Cinta Pertama-H2C- dan cinta-cinta lainnya *ga hafal.
di RCTI ada Katakan Cinta. Digemari pula oleh kalangan remaja -terbukti pada ikut ndaftar gitu.Tanpa malu-malu kucing membeberkan gimana caranya berpacaran,
tips curi-curi perhatian lawan jenis deesbe. Teringat acara PESTA di Indosiar dulu *sewaktu masih duduk dibangku SMA (th-2003). Sepasang remaja mengikuti 'perintah'
presenter maju ke depan panggung. Dengan bangga si presenter menyampaikan bahwa dua ABG itu sudah 5 taun pacaran.
Lantas, dimulailah permainan anak muda ala PESTA. Remaja putri itu ditutup kedua matanya dengan selembar sapu tangan.Di depan cewek "dipajang" tiga remaja pria yang salah satunya merupakan "doinya". Dalam aturan mainnya, dia harus memilih
cowoknya itu. Untuk mengenalinya si presenter menganjurkan mencium - maaf - seputar ketiak remaja tadi *ga banget!. "Masak sudah 5 tahun pacaran tidak bisa mengenali pacarnya" ; "Kalo kamu benar2 kenal pasti tahu yang mana cowok kamu"
Demikianlah si presenter memanas-manasi. Dalam hitungan menit saja, akhirnya si remaja putri mengenali cowoknya itu. Saking yakinnya ia tetep kekeuh dan menolak presenter ketika membawanya pria lain disampingnya.
Apa yang ditangkap dari acara tersebut? Apakah terdapat unsur pendidikan yang dibutuhkan oleh remaja kita ?. Kalo boleh berpendapat, saya yang masih remaja ini *halah, sama sekali ga ada unsur manfaatnya. Dapat ditangkap dengan jelas
acara tersebut tidak saja melegalkan "pacaran" yang memang sudah biasa di kalangan remaja kita tapi juga seolah mengajarkan bahwa pacaran itu seharusnya harus "deket-deket" sehingga benar-benar mengenali pasangannya dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Pendek kata, tema remaja yang diangkat sekarang seakan mengarah kepada budaya permisif (serba boleh), dan dapat dijumpai ABG kita lewat
serial/film lepas di layar TV kita.
Lantas bagaimana kalo ini juga di tonton atau bahkan anak-anak menggemarinya. Bisa-bisa tua sebelum muda nih.




3 t'men ngomen:
Aku jarang banget nonton TV,... biasa yg ditonton itu bioskop TransTV,... kalo hari Minggu, nonton kartun :D
Males nonton sinetron2,.. yg kebanyakan gak bener,... :D
tivi..tivi... musibah.. sedih emang liat komposisi acara tivi...
Generasi Muslim saat ini memang selalu dihadapkan pada tontonan-tontonan yang tak mendidik... Ini adalah 'perang pemikiran' yang patut kita waspadai!
Salah siapa?
Post a Comment