Saturday, February 10, 2007

Valentine Day ...



"Aku ingin...... 14 Februari nanti bisa berkesempatan menghabiskan hari yang penuh kasih sayang itu dengan orang terkasih, yaitu kekasihku. Makan malam bersama di tempat yang romantis abis, sambil menikmati iringan lagu My Valentine paaaas valentine. Tapi gratis...."


Huehue itu bukan ungkapan dari hatiku juga bukan harapanku di 14 Februari nanti . Itu cuma cuplikan iklan kuis valentine yang aku dengar dari salah satu radio di Kebumen.Saya kira temen-teman sudah tidak asing lagi dengan fenomena yang bakal rutin terjadi di tanggal "yg special ?" itu. Interior di mall, supermarket atau pusat perbelanjaan di rancang demikian romantis dipenuhi pernak-pernik berbentuk hati, ada rangkaian bunga indah, coklat, pita disana-sini,yang kesemuanya didominasi warna pink. Kartu ucapan sayangpun marak dijual di emperan toko-toko. Begitu meriah.
Di hari itu kalangan anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang yang tenar diistilahkan Valentine Day. Momentum yang sangat disukai anak-anak remaja.
Biasanya dirayakan bersama orang-orang yang dicintai terutama kekasih. Waktu SMP dulu aku pernah tanya sama teman sebangku kenapa tiba-tiba ngasih ucapan met valentine trus kasih coklat segala lagi *maklum masih lugu+kuper . "ya.... ini kan hari kasih sayang N, masak ga tau sih.Ya... pokoknya hari valentine itu hari dimana kita saling menyayangi gitu. Semua orang ngerayain lho. Ya udah besok kamu gantian yang ngasih coklat ke aku ya.Itu jawaban temenku, yang masih membuat aku belum "mudheng". So... karna ga mudheng jadi ikutan membalas ucapannya.

Terakhir berlanjut di kelas 1 SMA.Sekelas ngadain valentine gitu, mau ga mau tiap siswa harus bawa 1 kado (pake harga minimal lagi!) trus dikasih nomor sama panitia *weleh-weleh aku malah salah satu anggota panitianya!.Dan nomor yang sudah dikocok dibagikan ke tiap siswa. Seingetku aku sih dapet pigura pink gitu. Itu dulu saat aku masih cupu, ga tau apa-apa tentang esensi valentine itu sendiri.

Yang aku tahu aku menganggap perayaan ini sama dengan hari-hari lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan. Baru aku sadari setelah aku dewasa di bangku kelas 3 SMA, info yang aku dapat dari baca sana-sini, info -ROHIS ternyata Hari Valentine itu sarat dengan muatan Religius non-Muslim. Bukan perayaan yang lahir dalam ajaran Islam.Yang sesungguhnya merupakan suatu mitos/legenda yang dibawa Zaman Romawi Kuno dimana masih berlaku kepercayaan Paganisme (Penyembahan Berhala) dan dirayakan sarat kemaksiatan ( tukar pasangan?). Naudzubillah . Pelajaran berarti, betapa pentingnya rajin membaca informasi yang akurat tentang suatu peristiwa apalagi ini menyangkut suatu keyakinan kita.

Sampai saat ini hari Valentine masih dirayakan oleh kalangan bahkan negara yang mayoritas Islam seperti Indonesia ini. Para pebisnis begitu antusias menghidup-hidupkan event ini dengan meniup-niupkan bahwa hari Valentine adalah hari yang sangat special untuk dirayakan terutama dengan orang terkasih. Ini tidak lain, karna mereka ingin meraup keuntungan besar, agar produk mereka laku keras. Ada kesan Industrialisasi agama, dimana perayaan hari raya suatu agama di belokkan menjadi perayaan bisnis.Seperti hari raya Idul Fitri, Natal dan sebagainya.

“Barang siapa meniru suatu kaum,
maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang
diriwayatkan oleh Tirmidzi.


Gimana pendapat temen-temen tentang "Valentine Day's ?" Specialkah ? .

21 t'men ngomen:

Iko said...

Tgl 14 Feb tetap jadi hari yg special buat kami di rumah, krn pd tgl itu Papaku berulang tahun,... dan pd tgl itu jg hari pernikahan kakakku yg laki2, tahun ini menginjak usia pernikahan yg ke 4 thn.

Walaupun bertepatan dgn Valetine, tho tiap hari slalu ada kasih sayang dari mereka, untuk mereka.

Nuha said...

kan hari kasih sayang gak hanya tanggal 14 feb aja, semua hari bisa dijadikan moment kasih sayang. lagpula valentin itukan gaya org barat, gak cocok banget sama budaya timur kita :D

oRiDo said...

valentine emang gak islami.. bukan budaya islam, tetapi budaya barat..
alhamdulillah aku gak ngerayain tuh hari, cuma karena pengen nunjukin kasih sayang pada istri tercinta, kadang2 sepertinya tgl 14feb itu adalah hari yg tepat krn kondisi lingkungan sekitar mendukung ke arah sana..
tapi yah alhamdulillah, klo pun kondisi nya demikian, aku tidak pernah merayakan atas nama hari valentine itu, tetapi hanya karena cinta pada Allah.. cinta pada istri.. cinta pada keluarga.. cinta agama..

berikut info tambahan seputar valentin:
http://orido.wordpress.com/2007/02/12/hotd-kasih-sayang-islam/
http://orido.wordpress.com/2006/02/10/hotd-valentine-day-dimata-muslim/

semoga berguna..

wassalam..

bangsari said...

biar valentin seribu kali dalam setahun, kalo jomblo ya nganggur aja. he..he..

de said...

Happy Valintine....Ini ngomongin kasih sayang kan?

bangsari said...

biar valentin seribu kali dalam setahun, kalo jomblo ya nganggur aja. he..he..

w@hyu said...

saya termasuk salah seorang yg pernah membaca latar belakang historis munculnya Valentine's Day. so, gak ada yg spesial dgn 14 Februari :)

lita said...

hari ini ya valentine nya ? :D

daku sama kyk dirimu, N. jadul ikut2an aja sama temen, valentinan pake baju pink. trus tuker2an kado...hehe..

tapi sesudah dpt pengetahuannya..anak2pun dilarang ber-valentin-an...

kasih sayang bukan buat 'dirayain' di 1 hari kan..;)

'N said...

@Arif Kurniawan
Aduh-aduh mentang aku perempuan nih ditanya begitu? Kayaknya sih lebih enakan metik bunga sendiri deh,bisa milih 'sakarepe' disini juga banyak kok : ada mawar merah-putih-kuning, ato... melati *sering metik punya tetangga. 8)

bangsari said...

justru sekarang,media yang paling banyak pengaruhnya adalah televisi. sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi...

ArifKurniawan said...

Ehem, ini... ini.. ehemm... sebenarnya ini mitos atau bukan yaaa, pernyataan bahwa seorang gadis suka dikirimi bunga dari orang yang ia sukai/cintai/taksiri?

Mumpung yang punya blog perempuan. ga ada salahnya kan nanya ama perempuan... :)

Maap, kalau pertanyaan saya nggak ada nyambung-nyambungnya ama postingan ini.

de said...

everyday is valentine's day for me :)

Rien said...

Assalamu'alaikum ukhty,...salam kenal:)
sy dari dulu sangat tidak setuju dan tidak mau bersinggungan dengan yg disebut 'valentine day' ini, walopun g jarang terima kartu ato ucapan yg sgt puitis...

hari ksh sayang itu emang direkayasa oleh kaum kafir, dgn begitu kita bisa mendewakan hari ini, berbuat hal apapun agar bisa mencurahkan ksh syg di hari itu...

semoga kita bukan termasuk kaum yg merugi, amien:)

cc-line said...

kalo Endah nanya pendapatku... aku Setuju !!!! bukan setuju sama Valentine nya tapi setuju sama hadits Rasulullah yg diriwayatkan oleh Tirmizi.

mpokb said...

dulu waktu abg sih, ikut2an bikin kartu, kirim ke temen2.. tapi setelah dewasa (tua, maksudnya :P), namanya kasih sayang nggak kenal tanggal.. :)

babunegara said...

sejak masih muda, i mean jaman kuliah dulu (waktu tubuhku belum tambun akibat pekerjaan yg menumpuk, alasan wae!!) kalo ada yg ngucapin met plentinan mesti tak bales: "weeeee... tahun baru hijriyah ra do ngirimi ik.. jan!!"

add FSku: www.friendster.com/godot ya!!!

alkifah said...

Wahai Ukhti, dalam Islam, ada kaidah penting yang wajib kita ketahui. Kaidah itu singkatnya berbunyi: "Hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan hukum syara'". Kaidah ini sederhana, namun menjadi penentu sukses tidaknya seorang Muslim dalam upayanya meraih kebahagiaan (dunia-akhirat).

Nah, dari kaidah ushul fiqih di atas, ternyata kita diwajibkan untuk mengetahui bagaimana hukum atas suatu aktifitas yang hendak kita lakukan. Bila berdasarkan timbangan syara' Allah Swt melarangnya, maka wajib pula bagi kita untuk meninggalkan aktifitas itu.

Berkenaan dengan Valenteine Days, saya menganggapnya tak lebih sebagai hari raya kaum kafir. Walau dibalut dengan jargon hari berkasihsayang, pada dasarnya hal tersebut tidaklah membebaskan Valenteine Days dari makna historis dan religinya. Oleh karena itu, kita sebagai seorang Muslim tidak boleh terjebak ke dalam arus tsaqofah dan kebudayaan kafir yang menyesatkan.

Meluapkan kasih sayang, Islam telah mengaturnya secara sempurna dan mulia. Ada aturan dan batas-batasnya. Tidak seperti Valenteine Days yang justru menghinakan kaum wanita dengan aktifitas 'legal seksnya' yang durjana.

Ukhti, di sinilah tugas kita untuk mengingatkan saudara-saudari kita seiman. Sedangkan bagi mereka yang non-Muslim, mari kita sampaikan nasehat dengan penuh santun seraya mendo'akan mereka agar mendapatkan hidayah-Nya. Amin.

Ringkasnya, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari raya agama lain, baik dengan mengikuti ritual agamanya maupun tidak, termasuk juga memberi ucapan selamat dan berdoa bersama.

KH. Muhammad Siddiq Al-Jawi, aktivis Hizbut Tahrir Indonesia, menyampaikan bahwa merayakan hari raya agama lain haram hukumnya karena perbuatan itu termasuk menghadiri atau mempersaksikan suatu kebohongan/kebatilan.

Semoga Allah Swt mencurahkan hidayah dan cinta-Nya bagi kita yang selalu berusaha menjadi prajurit-Nya yang mukhlis sehingga kita mampu memilih perkara baik di tengah lautan kebatilan. Amin.

*Ukhti, blog ini saya link ke blog alkifah ya! Perkenalkan nama saya Frenky Suseno Manik, mahasiswa Fisika UGM. Alkifah adalah nama pena saya.

joni said...

aku terus terang gak pernah ngerayain valentine.. ya bagiku hari kasih sayang gak harus tanggal 14 feb kan?

kenny said...

valentine day's??gak pernah nunggu dan gak pernah ngerayain, eh..pernah dink 1kl waktu sma (ikutan2 an aja).
Skr klo valentine cuma nunggu film di tv biasanya diputer drama romantik(suka banget!!)

artja said...

assalamu'alaikum. senang sekali ukhtie N bisa kritis menyikapi valentine's day. pasti sudah tahu bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap perayaan ini. semoga saja postingnya bisa menambah wawasan dan pemahaman yang benar bagi yang membacanya.
kalau menurut saya, orang-orang yang menganggap hari valentine istimewa, adalah orang-orang yang sehari-harinya kering dari kasih sayang, atau setidaknya tidak mampu menyadari bahwa Allah sangat sayang kepada mereka. Itu sebabnya, mereka merasa perlu untuk membuat hari spesial kasih sayang, karena selama ini jarang mendapatkannya. tentu saja orang semacam ini harus dikasihani. bukankah setiap hari hidup kita selalu penuh dengan curahan kasih sayang dari Allah, sehingga sudah menjadi kewajiban kita pula untuk mendistribusikan kasih sayang Allah itu kepada sekitar kita? jadi tak perlu hari khusus itu.
makanya saya senang sekali dengan ulasan ukhti N di blog ini, yang bisa menginspirasikan orang lain untuk menyadari apa makna kasih sayang yang hakiki. Wassalamu'alaikum

ARISTIONO NUGROHO said...

Terimakasih informasinya.
Valentine's Day memang bersumber dari tradisi pagan (penyembah berhala) Romawi Kuno dan tradisi nasrani. Oleh karena itu Umat Islam diharapkan tidak terlibat dengan hal-hal semacam ini.
Untuk berbagi informasi silahkan mampir ke "Sosiologi Dakwah" di http://sosiologidakwah.blogspot.com
Kalau mau nge-link juga boleh.