Saturday, March 10, 2007

Tak Ada Yang Abadi....

Aku ingin sekali bicara
Namun selalu saja terbata
Barangkali tersekat dalam rongga ketidakberdayaanku

Tanya itu selalu saja tak terjawab
Karna memang kau hanyalah sebuah kebersaatan
Singgahmu hanyalah sebentar dan itulah yang menjadi hak ku
Tak boleh berharap lebih, harus mampu berterima kasih
Meski....



Aku harus bisa ikhlas
Bukan bisa tapi harus dan harus
Selalu menyadari akan lintasan apapun
Jika yang melintas itu tak mau berlabuh, menetap atau lewat sekalipun
Semua sudah garisnya

Aku
Hanya mampu menulis merangkai kata
Mungkin hanya sebuah benang kusut
Namun inilah caraku mengobati semuanya
Membuat yang 'sempat' menjadi bisa 'jadi abadi'
Yang 'sementara' dapat bertahan meski 'tak abadi'
Dan meskipun kau tetap tak mengerti

Kulupakan hari-hari yang lewat
Agar aku bisa hidup kembali di hari ini
Kubuang puing waktu ke kuburannya yang paling rahasia
Mungkin serahasia mimpi-mimpiku
Yang ada kemudian hanyalah kesamaran
Semakin samar... dan kemudian hilang

Jika hujan itu lahir dari rahim kemarau panjang
Mungkin tawapun pasti bisa lahir dari fajar air mata
Perlahan kupastikan hal itu dalam benakku
Aku ikhlaskan siapapun engkau yang pergi tanpa perih juga pedih
Kukenang semuanya dalam tawa, ucap, syukur dan hati lega

Bergegaslah kau berjalan pergi
Aku takkan memberatimu
Karna bagaimanapun engkau akan pergi
Entah kini atau nanti

Lekas raihlah kegembiraanmu yang mungkin tak kau temui disini
Yakinlah, dari tiap sujud sempurnaku
Akan tetap lahir doa terbaik tempaan ribuan tahun
Agar kau tetap bahagia
Seperti kau begitu berbinar saat berjumpa denganku

Pergilah
Jangan sekali palingkan wajahmu ke belakang
Menatap air mataku yang tak dapat kutahan
Kau tetap setetes embun pagi meski tak abadi

Pernahkah kalian merasa kehilangan orang yang berarti? Ia tidak selalu kekasihmu, ia bisa Ibu, Bapak, Kakak-Adik ataupun sahabat....

4 t'men ngomen:

monyet said...

thanks udah mampir

meiy said...

dari puisinya kamu orang yg tabah sepertinya...moga...:)

septian said...

hi,
belum pernah sepertinya, cuman bukan kehilangan ya, tapi berpisah untuk sementara waktu, kan tempat kuliahnya beda. Itu aja udah sering kangen, apalagi ama ortu

Iko said...

Aku pernah N, merasakan kehilangan seseorang.... memang sedih, tp akhirnya kita sadar, apa yang telah diciptakanNya, suatu hari akan kembali kepadaNya...