Kemana Imajinasiku????
Sebenarnya, sejujurnya saya bingung mo nulis apa, mo bilang apa padahal sebenarnya banyaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Sebenarnya segala sesuatu akan terasa mudah jika kita ga membuatnya menjadi hal yang susah bukan?. Mestinya ya begitu.Hal yang sepele sekalipun bisa saja menjadi sulit kalo kita membuatnya sulit. Aku pernah baca sebuah artikel bagus tentang
"imajinasi" yang menceritakan kebanyakan dari anak-anak lebih kaya akan imajinasi ketimbang kita "orang dewasa". Oh yah? *yang merasa "dewasa" jangan kesinggung yahhhhh. hahahah.
"imajinasi" yang menceritakan kebanyakan dari anak-anak lebih kaya akan imajinasi ketimbang kita "orang dewasa". Oh yah? *yang merasa "dewasa" jangan kesinggung yahhhhh. hahahah.
Suatu ketika seorang konsultan memberi 'noktah hitam' diatas papan tulis. Lalu dia bertanya "gambar apa ini ?" Lalu seluruh "orang dewasa" kompak menjawab "titik hitam diatas papan tulis putih". Hingga pertanyaan itu diulang beberapa kalipun jawabannya tetap sama. Mau tahu jawaban "anak TK " dengan pertanyaan yang sama ? Ada lebih dari 50 jawaban !. Titik hitam
tersebut oleh "bocah cilik" itu bisa diartikan dengan mata seekor burung, lalat nemplok di papan, tahi cicak, semut hitam dan lain-lain. Itu artinya anak-anak jauh lebih kreatif ketimbang orang dewasa tadi. Agghhhhhh aku jadi iri dengan anak-anak itu. Kenapa yah, semakin dewasa aku semakin tidak kreatif dan sering kali meniadakan cara berfikir kreatif seperti kita kecil dulu. Anak-anak memang memiliki gudang imajinasi yang sangat tinggi.
tersebut oleh "bocah cilik" itu bisa diartikan dengan mata seekor burung, lalat nemplok di papan, tahi cicak, semut hitam dan lain-lain. Itu artinya anak-anak jauh lebih kreatif ketimbang orang dewasa tadi. Agghhhhhh aku jadi iri dengan anak-anak itu. Kenapa yah, semakin dewasa aku semakin tidak kreatif dan sering kali meniadakan cara berfikir kreatif seperti kita kecil dulu. Anak-anak memang memiliki gudang imajinasi yang sangat tinggi.
Dulu ketika masih duduk di bangku SD dan memakai seragam merah putih salah seorang guru kami sering sekali melontarkan pertanyaan "apa cita-cita kamu ? " kemudian satu persatu kami diminta maju kedepan dan kemudian menceritakan cita-cita kami berikut alasannya.
- Hari pertama aku menjawab "Saya pengen jadi orang pintar, Bu ". Alasannya kan kalo saya pintar trus jadi juara kelas kan ntar dapet piala penghargaan dan bingkisan hadiah yang disediain sekolah. * Huuuuuuuu ada maunya ! ;
- Hari berikutnya jawabannya berbeda lagi. "pengen jadi guru". Alasannya dulu simpel banget, secara dulu pas kelas 4 SD ada guru yang sayaaaaaaang banget ma aku. Namanya ibu Her. Di sekolah, dirumah (beliau tetanggaku) begitu memperhatikan cara belajarku. Aku juga sering kerumah beliau untuk diajari belajar sambil bermain sama salah seorang putranya yang setahun lebih muda dariku.Nah krn itulah, saya pengen banget seperti beliau.
- Hari berikutnya (ga tahu lupa kapan tapi kayaknya sih pas SMP-an gitu, yang pasti kali ini bukan untuk menjawab pertanyaan bu guru tapi sempet kesimpen dalem ati) yaitu pengen jadi 'sekretaris'. Heheheh. Ga tahu juga pengen jadi sekretaris apaan. Juga ga mikirin kalo sekretaris tuh harus pinter Kompie ma Englishnya. Dulu juga ga tahu, sekretaris ntu apaan sih?. Hal ini terinspirasi sama salah seorang tetanggaku. Namanya Mba Erni, umurnya sekitar 25 tahun (waktu itu aku masih kelas 1 SMP). Sebelum aku tahu, aku kira Mba Erni itu kerja jadi sekretaris lhoooo.... habis dandanannya, pakaiannya kek orang-orang kantor gitu. Secara yang aku tahu dulu sekretaris itu yah seperti itu. Ehhh ternyata Mba Erni itu teller bank. Ah pokoke dulu tuh pengen kayak Mbak Erni deh, abisnya cantik sih. *walaaaaahhhhh.
Yah begitulah dulu......... Untung ga stres tuh walaupun kesemuanya yang diatas ga kesampean. heheheh. Anak-anak memang menyenangkan. Tiap harinya bisa berganti harapan, hari ini mau jadi pilot, besoknya dokter, jadi superman dan begitu seterusnya. Anak kecil yang penuh keberanian, berani mencoba permainan ini, permainan itu, jatuh-bangun hingga mereka berhasil dan tersenyum puas. Waaaaah mestinya saya begitu, meniru kreatifitas anak-anak. Hidup ini sama halnya dengan permainan. Semua yang sulit jangan dipandang sebagai 'masalah'. Semua hal bisa dilihat dari sisi yang menyenangkan. Seperti anak-anak yang dalam cara berpikirnya "apa sih yang ga mungkin?" Imajinasi mereka begitu spontan dan tidak memikirkan "how"nya. Bagi mereka semuanya bisa saja menjadi mungkin asal mau mencoba. So ga melulu terhalang dan kemudian mundur jika selalu memikirkan hal negatif yang bakal terjadi padahal itu hanyalah "kekhawatiran yang berlebihan saja". Masak belum maju dah kalah sihhhhh??? Ayooo semangat !!!! Ternyata anak-anak menyimpan sejuta pelajaran bagi kita orang dewasa yah?. Thanks child!




5 t'men ngomen:
Sampai sekarang imajinasiku masih bermain N...
Kepingin jadi... hhmmm, seorang istri dan ibu yang baik... amin.
-Iko-
pola pikir anak kecil masih bersih..dengan keluguannya mereka bisa berimajinasi sesuka yang mereka inginkan..pengen jadi pilot, pengen jadi dokter..dan ketika kita beranjak dewasa, pola pikir kita semakin dewasa..arti nya, tataplah kedepan..hehehe..betul gak ya apa yg cempluk omongkan..??
di awal bilangnya 'N bingung mau nulis apa, eh ternyata tulisan 'N malah bagus gini..
anak2 kan emang masih polos. makanya ketika berimajinasi mereka tidak punya batasan. terserah apa yg ada di pemikiran mereka. kalo sudah memasuki usia dewasa emang agak sulit karena imajinasi kita kadang dibatasi oleh banyak hal, misalnya pengalaman, terus ketika kita sudah dewasa kan logika kita mulai bekerja. makanya imajinasi udah gak bebas.. itu menurutku sih :)
ikutan nimbrung ya :)
kalo menurut aku sih.. setiap fase ada keunikan masing-masing , masih kecil suka berimajinasi, dewasa suka berlogika-logikaan, tua dah mulai kebapa-bapaan atau keibu-ibuan, trus kalo dah tua banget biasanya baru mulai inget mati *walaupun inget mati harusnya jgn pas dah tua doang.. :)
anak-anak memang masih didominasi pikiran-pikiran konkrit...
Post a Comment