Introspeksi
Dekat namun tak dekat.Mungkin seperti itulah hubungan kami.Dekatnya jarak diantara kami ternyata tidak cukup ampuh sebagai perekat jiwa kami untuk saling mengenal satu sama lain.Jauh dilubuk hati (baca:hati) sama sekali tidak menginginkan kondisi seperti ini.Andai saja kusanggup menyelami dalamnya hatimu mungkin sejak dulu sudah kulakukan agar kita bisa lebih saling memahami bahkan lebih dari itu. Betapa aku menginginkan persahabatan kita semakin lebih baik. Adakah kaupun demikian?. Semoga...
Namun kau lebih memilih untuk diam. Diam dan diam, bahkan kau malah lebih menyukai sikap diammu itu.Kau membuatku semakin bingung dan serba salah bagaimana aku bersikap.Dia, adalah salah satu sahabat dari sekian sahabatku. Seorang gadis yang cantik, tekun, pintar juga pendiam. Itulah sedikit gambaran yang bisa kutulis. Mungkin kepribadiannya agak mendekati intro dengan segala kekurangan dan kekurangannya.Dan aku tidak kan mempermasalahkannya. Sedang aku sendiri.... akupun sama seperti yang lain yang memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
Sebenarnya hubungan kami selama ini baik-baik saja. Pun hingga saat ini. Namun beberapa hari terakhir telah terjadi sesuatu yang mengusik hati dan perasaanku. Aku tidak tahu apakah ia mengetahuinya atau tidak. Sepertinya dia tidak menyadari hal ini, karna aku sendiri tak mengutarakan ketidaknyamanan ini. Karna aku yakin seiring waktu pasti akan hilang dengan sendirinya. Dan karna aku yakin akulah yang salah. Jadi... aku hanya butuh waktu untuk menerima semua ini dengan lapang hati. Sahabat... tak lain karna aku tak ingin membuatmu tersinggung atas kesalahpahaman ini.
Aku akan bercerita sedikit. Ceritanya selama 2 hari yang lalu kami bersama atasan kami pergi keluar kota untuk kepentingan dinas. Hubungan kami dengan atasan sudah seperti keluarga sendiri. Beliau sering memberikan nasihat-nasihat bagi masa depan kami.Beliau sangat berjasa kepada kami. Oleh karena itu kami tidak merasa canggung baik kepada beliau ataupun keluarga beliau sendiri.Singkat cerita selama 2 hari itu kami selalu pulang malam. Malam pertama kami tiba dari perjalanan (berhenti dirumah atasan) pukul 12 malam. Biasanya jika sudah melewati jam 10 malam keatas kami bermalam dirumah keluarga beliau dengan alasan bahaya seorang gadis pulang malam-malam. Takutnya ditengah jalan ada apa-apa.Apalagi jarak rumah sekitar 6 km.
Entah kenapa temanku itu menolak bermalam dan tetap memilih pulang kerumah yang sebelumnya sudah meminta jemputan 'seseorang'. Sebelumnya dia menanyakan pendapatku untuk bermalam atau tidak. Yahhh pada dasarnya aku sendiri pengen pulang.. tapi kondisi tidak memungkinkan. Selain sudah larut malam, kesehatanku juga agak kurang baik ditambah kantuk yang terasa berat. Namun... ia tetap bersikukuh pulang dengan alasan pengen aja. Sebelumnya atasanku sudah menawarkan opsi apakah diantar pulang atau bermalam dirumah beliau. Sebenarnya aku ingin tetap bermalam saja... tapi aku ga mau sendirian. Kalau aku diantar... bagaimana motornya? Repot, sedangkan besok pagi harus berangkat kerja.Kalo ditinggal mau naik apa. Ahhh bingung.Pengennya sih bermalam aja kemudian jam 5 pagi pulang untuk siap-siap berangkat kerja.Percuma, ia tetap bersikeras. Yasudahlah... akhirnya aku memilih pulang meski atasanku melarang.Pukul 00.30 kami pulang. Sambil mengendarai motor dengan menahan dingin dan kantuk... sahabatku dan 'seseorang' itu mengawal dibelakangku. Sama sekali bukan kecemburuan yang meradang di hati, tapi... aku merasa kehilangan seorang sahabat dan kepeduliannya.Sahabat, maafkan atas perasaan ini...
Karena kejadian itulah perasaan 'N kemarin tak nyaman, aku berusaha untuk instropeksi. Tak bisa dipungkiri, awalnya aku memang kecewa atas perlakuan dan kepribadianya tersebut.Namun ternyata dengan terus menyalahkan orang lain justru malam membuat aku semakin bersalah. Karena itu benar-benar sebuah kesalahan. Jika demikian, sama artinya aku tak siap, tak memahami dan menerima keragaman kepribadian yang diciptakanNya. Jika demikian, justru kekecewaanlah yang akan terus dirasakan. 'N harusnya menyadari kekeliruan ini dan menanamkan bahwa nobody one is perfect. Bagaimanapun karakter mereka seharusnya 'N bisa menghargainya dan menyadari bahwa disetiap karakter itu terdapat segala kekurangan dan kelebihan tersendiri.InsyaAllah jika senantiasa sadar akan ketidaksempurnaan pada diri sendiri maka akan mudah untuk menerima ketidaksempurnaan pada diri orang lain dan tidak menuntut ini-itu sekehendak hati kita. *'N emang keliru.... hikz.
Setiap orang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda berikut kekurangan dan kelebihannya. Tak lain agar kita bisa mawas diri, tidak menyombongkan diri dan terus termotivasi demi mencapai kesempurnaan akhlak.
Semua ada hikmahnya. Thanks buat semuanya. Semoga dengan kejadian ini 'N bisa semakin bersemangat untuk terus belajar memperbaiki menuju pribadi yang lebih baik. Amiin..
Akhirnya... suasana hati 'N kembali seperti sedia kala dan menjalani ibadah puasa ini dengan damai. Buat temen-temen semua... meskipun telat 'N haturkan beribu maaf atas segala kekhilafan lahir batin. Semoga.... kita bersama-sama mampu meraih segala keberkahan dibulan Ramadhan. Semoga.. tak hanya lapar dan dahaga yang didapatkan dari ibadah ini.... Semangat yahhhh !!!! Jangan lupa.... sahurnya. 
"Sahabat yang selalu tepat waktu bisa punya sahabat yang selalu terlambat"
"Sahabat yang sangat teratur bisa punya sahabat yang tidak pernah membuat rencana"
"Sahabat yang selalu serius bisa punya sahabat yang selalu raing"
SAHABAT TIDAK SELALU SERUPA
Mereka tahu cara menikmati PERBEDAAN mereka
(Phyllis Hob, Hal-hal menakjubkan pada sahabat, Quality Press,1997)
-In9inSelaluBisaMemahamiSegalaPerbedaan-Rabu,00.00 WIB-



9 t'men ngomen:
wih, dalem ..
kerasa kesindir2 gitu jg
sudahkah SeKaY ini jadi sahabat yang baek...
wedew
hm, itu suka-dukanya persahabatan.. perbedaan pendapat atau perselisihan kecil emang kadang muncul.. tapi yakin deh hal2 seperti itu justru akan membuat persahabatan tambah akrab.. mengenai perbedaan karakter, memang sesuatu yg wajar.. dengan itulah bisa saling melengkapi dan saling berbagi..
sama kaya komen Wahyu, bersahabat nggak bisa mulus terus, Mbak.
kalo lancar2 aja, malah aneh..
met puasa mbak..cempluk minta maaf lahir batin y..
Waah makasih buat semuanya... Iya jg yah kalo persahabatan ga ada kendala kek sayur tanpa bumbu *ihh ga doyan. :D.
Yup! sama ama yg koment duluan di atas aku...
so trima ajah sahabat mu apa ada nya...
karna siapa yg sering berharap, akan sering kecewa...
itulah indahnya perbedaan..
酒店
酒店經紀 酒店上班 酒店兼差 台北酒店 酒店打工 酒店工作 禮服酒店
酒店兼職 酒店PT 打工兼差
酒店喝酒 酒店消費 喝花酒 粉味
Post a Comment