Thursday, March 22, 2007

Sepi Sahabatku

Ternyata sepi adalah sahabat setiaku
Sepi sahabatku telah mengajarkanku tentang banyak hal
Dalam sepi aku merenung
Dalam sepi aku menangis
Dalam sepipun aku dapat tersenyum
Bersama sepi aku berfikir
Bersama sepi aku memupuk angan
Bersama sepi aku memupuk cita
Dan bersama sepi aku dapat bersujud
Mengadukan segala resah hati keharibaanNya
Memohon ampunan, mengucap syukur
Mengadu pada Nya, memohon sinar kasih Nya


Ternyata .....
Sepiku bukan ber arti sendiri
Begitu banyak yang dapat kukerjakan bersama sepi
Dan menangis dikala sepi adalah satu kejujuran untaian hati
Dimana dapat kusadari kebahagiaan yang terlewat
Juga dapat ku yakini kebahagiaan kan kembali datang

Sepi ku telah banyak bercerita
Tentang segala yang tersirat...
Dan segala yang kudamba
Disini...dikamar ini aku berteman sepi
Namun aku masih bisa mendengar ...
Pintu jendela yang terbuka dan tertutup
Kidung sunyi binatang malam
Dan sapuan angin
Seakan berbicara...
Menjadi saksi...
Atas semuanya terjadi dalam sepiku
Bagaimana telah ku habiskan waktu
Bejalan melangkahkan kaki mengukir hari
Berteman sepi dibawah tatapan langit malam
Yang akan menjelma menyapa pagi

Sepiku mengatakan...
Tiada yang abadi didunia ini
Lihatlah malam yang berganti pagi
Rasakan perjumpaan yang pasti diahiri perpisahan
Dan....
Hidup didunia ini tak akan lama
Sepiku mengingatkan...
Bersiaplah...
Sepikupun bertanya
Sudah siapkah aku ?

Saturday, March 17, 2007

JANGAN MARAH

Apakah kamu pernah Marah? Jika jawabannya "YA" berarti anda normal.
Tapi, kalo jawabannya "TIDAK PERNAH", ini perlu dipertanyakan apakah
anda normal atau tidak . Marah itu merupakan salah satu emosi manusia yang sepenuhnya bersifat normal , sehat dan manusiawi.Di satu sisi kita perlu melepaskan semua amarah yang ada dlm diri kita agar kita bisa merasa lega, terlepas dr beban berat. Namun disisi lain tentu saja kita harus bertindak bijak dalam mengungkapkan kemarahan tersebut agar tidak merugikan orang lain bahkan diri sendiri.Dengan kata lain kita harus mampu mengendalikan kemarahan tersebut sebelum kemarahan itu justru yang mengendalikan hidup kita.


Seperti kita lihat akhir-akhir ini banyak orang bunuh diri, tembak-menembak
sesama polisi , orang tua membunuh anaknya sendiri , anak kandung membunuh/menganiaya orang tuanya hanya karna masalah yang sepele.Inilah yang disebut marah yang tidak sehat karna pada kondisi yang salah, tempat yang salah, dan cara yang salah. Orang yang memendam amarahnya juga salah, semakin lama amarah dipendam dan semakin menumpuk itu juga ga sehat. Bisa-bisa stress sendiri dan akhirnya berujung pada penyaluran amarah yang salah.

Baydewey tadi Bapak marah sama kelakuan si adek yang 'nakal'. Alhamdulillah... meski marah Bapak sudah ga "BENTAK-BENTAK" dan meledak-ledak lagi kayak dulu. Ya pada akhirnya Bapak menyadari dan berpetuah sama aku bahwa marah yang diungkapkan dan dimusyawarahkan secara baik-baik InsyaAlloh akan berdampak baik pula. Dan si anak tidak merasa sebagai 'terdakwa' yang sepenuhya salah.Mungkin juga kan kesalahan si anak secara tidak langsung adalah dari salah satu kesalahan orang tua. Mungkin kurang diperhatikan?. Padahal aku tahu bapak tuh maraaaaah sekali sama si adek

Ngomong2 soal marah, tadi sempet sebel-bete (trmasuk kategori marah nih), habis... nyari2 pic "marah" ke mbah google eh yang tampil kok orang senyum semua yah?.Kalo orang sono kok marah dijadiin nama orang, nama band padahal kalo disini kan nesu (marah-red) tuh kan emosi jiwa. lucu juga, ra sida nesu lah (ga jadi marah). Sakjane aku yang salah, kenapa pake keyword marah, nah.. setelah pake keyword "angry" baru dah ketemu . Nah, buat komentator-komentator usahakan kalo ngoment tuh mbok jangan marah-marah ntar cepet tua + tambah jelek loh............. *kayak yang diatas itu low
Ternyata MARAH harus digunakan dengan BIJAK JUGA LOH....Biar yang marah-dan dimarahi tetep saling

Btw temen-temen ga MARAH MA AKU KHAN.......

Saturday, March 10, 2007

Tak Ada Yang Abadi....

Aku ingin sekali bicara
Namun selalu saja terbata
Barangkali tersekat dalam rongga ketidakberdayaanku

Tanya itu selalu saja tak terjawab
Karna memang kau hanyalah sebuah kebersaatan
Singgahmu hanyalah sebentar dan itulah yang menjadi hak ku
Tak boleh berharap lebih, harus mampu berterima kasih
Meski....



Aku harus bisa ikhlas
Bukan bisa tapi harus dan harus
Selalu menyadari akan lintasan apapun
Jika yang melintas itu tak mau berlabuh, menetap atau lewat sekalipun
Semua sudah garisnya

Aku
Hanya mampu menulis merangkai kata
Mungkin hanya sebuah benang kusut
Namun inilah caraku mengobati semuanya
Membuat yang 'sempat' menjadi bisa 'jadi abadi'
Yang 'sementara' dapat bertahan meski 'tak abadi'
Dan meskipun kau tetap tak mengerti

Kulupakan hari-hari yang lewat
Agar aku bisa hidup kembali di hari ini
Kubuang puing waktu ke kuburannya yang paling rahasia
Mungkin serahasia mimpi-mimpiku
Yang ada kemudian hanyalah kesamaran
Semakin samar... dan kemudian hilang

Jika hujan itu lahir dari rahim kemarau panjang
Mungkin tawapun pasti bisa lahir dari fajar air mata
Perlahan kupastikan hal itu dalam benakku
Aku ikhlaskan siapapun engkau yang pergi tanpa perih juga pedih
Kukenang semuanya dalam tawa, ucap, syukur dan hati lega

Bergegaslah kau berjalan pergi
Aku takkan memberatimu
Karna bagaimanapun engkau akan pergi
Entah kini atau nanti

Lekas raihlah kegembiraanmu yang mungkin tak kau temui disini
Yakinlah, dari tiap sujud sempurnaku
Akan tetap lahir doa terbaik tempaan ribuan tahun
Agar kau tetap bahagia
Seperti kau begitu berbinar saat berjumpa denganku

Pergilah
Jangan sekali palingkan wajahmu ke belakang
Menatap air mataku yang tak dapat kutahan
Kau tetap setetes embun pagi meski tak abadi

Pernahkah kalian merasa kehilangan orang yang berarti? Ia tidak selalu kekasihmu, ia bisa Ibu, Bapak, Kakak-Adik ataupun sahabat....

Wednesday, March 7, 2007

Kembali lagi..



Skali lagi makasih ya, atas kunjungannya. 'N masih diterima buat sahabatan lagi kan? InsyaAlloh 'N akan segera berkunjung ke rumah-rumah sahabat sekalian sambil membawa