Masa Hiatusku...
Oktober,Nopember,Desember,Januari,Februari,Maret, hingga akhirnya memasuki bulan ke empat ini aku masih belum bisa menemukan semangatku dengan sempurna. Semangat untuk bercengkrama mesra dengan rumah keduaku ini. Rumah yang sudah kubangun dengan susah payah ini nyaris kutinggalkan begitu saja. Entah dan dimana kah semangat itu ? Ada apa gerangan? Sebuah pertanyaan yang mudah namun entah bagaimana dan dimana kudapati jawabannya aku masih ragu.
Astagfirullah….. kenapa aku begitu rapuh?. Sejenak aku merenung, mengingat kembali memori perjalanan hidupku, keseharianku. Suka, duka, kecewa, menangis, tertawa dan semuanya adalah fase yang pastinya ada. “ Tak selamanya senang, tak selamanya tertawa. Pun tak seharusnya terhenti dalam sketsa kesedihan”. Ku coba menyemangati diriku sendiri. Larut dalam kesedihan sama artinya menyengaja membunuh semangat dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Aku tak ingin segalanya sia-sia hanya karna satu keinginan tak sesuai dengan harapan. Ya Rabb, Engkaulah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaMu. Jika memang yang aku inginkan ternyata bukanlah yang terbaik bagi hambaMu ini,b erikanlah hamba kekuatan, berilah hamba petunjuk untuk meniti jalan kehidupan yang fana ini menuju keridhaanMu. Laa haula wa la quwwata illa billah.
”Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku
yang merupakan pelindung perkaraku,
perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku,
perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku,
jadikanlah kehidupan ini
sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan,
dan kematianku sebagai tempat istirahat darisegala keburukan”.
(Riwayat Muslim)



