Wednesday, May 7, 2008

Nabila, Kangen...



Ponakan kecilku ini sudah bisa apa yah? Sekarang rambutnya dah tumbuh lebat belum? Giginya dah tambah lagi belum yah… dulu kan baru empat, awas yah kalo belum tambah ntar tak sun loh….. Xixixi. Paras mungilnya masih terbayang jelas meski setengah tahun tlah terlewati. Ade yang lucu… kalo makan harus sambil diajak ngobrol dulu baru mau makan, kalo mau bobo pun demikian, lompat-lompat kesana kemari sambil dituntun baru kalo sudah cape terus nangis baru deh mau bobo... Ihhhh walau ade nakal tapi tetep aja lilik (tante) ga bisa marah. Kata Mas Har (kakaku) si Ade sekarang sudah besar, sudah bisa jalan, lari-lari lagi, tambah pecicilan. Heuheu. Duhhh lagi lucu-lucunya, pasti Bapak-Ibu kecapean.

Ade.. kapan lilik bisa maen kesana yah… Hmmm kalo bermain sama ade pasti semua beban pikiran akan hilang, kan Ade pinter bikin lilik tersenyum … Tunggu yah, lilik akan segera kesana melepas rindu yang ta’ terbendung. ^_^

Monday, May 5, 2008

Diantara Pilihan....

Aku bingung harus menulis apa dan apa yang harus kutulis. Ingin rasanya dapat dengan mudah menuangkan segala apa yang aku rasa saat ini, bercerita apa adanya, penuh ketulusan juga kejujuran. Namun, setelah kupikir-pikir sebaiknya untuk sementara waktu aku tidak ingin menceritakannya. Biar, hingga aku merasa yakin akan keputusanku nanti. “tunggu waktu yang tepat, kemudian akan kuceritakan seluruhnya”. Aku mohon doa teman-teman sekalian agar aku memutuskan suatu perkara dengan hati jernih, dan semoga Allah senantiasa memberi petunjukNya kepadaku.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”. (QS. Al Baqarah:216)

Ya Allah… dalam sujudku.. dalam doaku… selaksa doa selalu kupanjatkan
Dengan segala kerendahan hati dan penuh pengharapan
Ya Allah.. mantapkanlah dalam hati hamba atas apa yang terbaik menurutMu
Cukuplah Engkau sebaik-baik tempat hamba memohon pertolongan dan perlindungan
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, sedang hamba tidak sedikitpun.

Friday, April 4, 2008

Masa Hiatusku...

Oktober,Nopember,Desember,Januari,Februari,Maret, hingga akhirnya memasuki bulan ke empat ini aku masih belum bisa menemukan semangatku dengan sempurna. Semangat untuk bercengkrama mesra dengan rumah keduaku ini. Rumah yang sudah kubangun dengan susah payah ini nyaris kutinggalkan begitu saja. Entah dan dimana kah semangat itu ? Ada apa gerangan? Sebuah pertanyaan yang mudah namun entah bagaimana dan dimana kudapati jawabannya aku masih ragu.

Astagfirullah….. kenapa aku begitu rapuh?. Sejenak aku merenung, mengingat kembali memori perjalanan hidupku, keseharianku. Suka, duka, kecewa, menangis, tertawa dan semuanya adalah fase yang pastinya ada. “ Tak selamanya senang, tak selamanya tertawa. Pun tak seharusnya terhenti dalam sketsa kesedihan”. Ku coba menyemangati diriku sendiri. Larut dalam kesedihan sama artinya menyengaja membunuh semangat dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Aku tak ingin segalanya sia-sia hanya karna satu keinginan tak sesuai dengan harapan. Ya Rabb, Engkaulah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaMu. Jika memang yang aku inginkan ternyata bukanlah yang terbaik bagi hambaMu ini,b erikanlah hamba kekuatan, berilah hamba petunjuk untuk meniti jalan kehidupan yang fana ini menuju keridhaanMu. Laa haula wa la quwwata illa billah.

”Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku

yang merupakan pelindung perkaraku,

perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku,

perbaikilah akhiratku yang disana tempat kembaliku,

jadikanlah kehidupan ini

sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan,

dan kematianku sebagai tempat istirahat darisegala keburukan”.

(Riwayat Muslim)



Tuesday, October 23, 2007

Milad-21


23 Oktober....
Matur sembah nuwun Gusti Allah
Atas napas yang masih menghembus di sela-sela nadiku
Selaksa doa kupanjatkan...
Hanya keridhaanMu yang slalu kurindukan..
Untuk slalu mengiringi setiap detak jantung juga langkahku..
Amiiin...

MAAF LAHIR BATIN YAH.......


Wednesday, September 26, 2007

Mbak Yu, usah kau lara terlalu lama...

kusapa bulan dengan isyarat yang tak bisa kuterjemahkan dengan sempurna. Kutatap ia lekat-lekat memenuhi ruang indra penglihatan yang kumiliki hingga akhirnya ku tersadar kepada kesendirianmu itu. "Wahai bulan... kemanakah bintang-bintang itu ?". Namun pertanyaan itu tercekat dalam rongga ketidakberdayaanku kemudian tenggelam kembali ke dasar hati, menghilang kembali. Tak lain karna aku tak sanggup melihatmu berduka lebih dalam lagi. Sekilas kau terlihat tegar... namun siapa yang menduga dalam ketegaran yang kau ciptakan juga tersirat lara yang kurasa demikian dalam. Kau tak bisa membohongi naluriku sebagai seorang adik juga sahabatmu. Wahai bulanku... meskipun hatiku ikut tenggelam dalam
kesedihanmu, aku akan berusaha tetap tegar dan tersenyum. Aku takkan berdiam diri apalagi berlari darimu, seperti kau yang tetap terjaga tuk menemaniku.


Mbak yu.. masihkah ingat awal pertemuan kita dulu?.Meski bukan sebuah pertemuan yang sebenarnya, maka biarkanlah dialog hati nurani yang tercipta dari tulisan-tulisan kita ini yang merekatkan hubungan kita hingga kita merasa begitu dekat, memahami siapa diriku dan dirimu yang sebenarnya seolah telah lama kita saling mengenal. Mbakyu.... meski tak pernah kita bertatap muka.. namun aku merasa kita begitu dekat. Sepertinya ada suatu ikatan yang tak bisa aku urai.. dan karna itulah aku menganggapmu seperti kakakku sendiri, lebih dari sekedar sahabat blogger.

Kini.. ketika salah satu dari hati kita terluka, ketahuilah hati yang lainpun ikut terluka, akupun ikut menangis... Betapa aku memahami segala rasa yang kini hinggap dihatimu. Sakit..... tak hanya mata yang menangis namun batinpun terasa teramat pilu mengingat kembali memori kepergian Mas Bebeq yang Mbak yu sayangi..... Karenanya akupun memaklumi atas keputusan Mbak yu untuk sementara waktu menarik diri dari perbloggan ini... Bahwa butuh waktu untuk melebur semua ini dengan penuh ketegaran. Mengangislah.... menangislah.. dan bersandarlah padaNya. Ia Maha Tahu atas segala yang terbaik untuk kita semua,baik untuk Mas Bebeq, Mbak Yu... dan semua yang ditinggalkannya. Namun janganlah menangis untuk menyesali kepergiannya. Biarkan ia tenang disana. Jangan membebaninya dengan membiarkan diri hanyut dalam kesedihan atas kepergiannya itu. Aku yakin ia pun ikut tersenyum jika mbak Yu tersenyum...

Mbak Yu...sambutlan uluran tangan ini, usah kau rapuh berkepanjangan.Mari bersama-sama beranjak mengayunkan langkah tuk meraih kembali bintang-bintang itu. Bintang yang kukenal sebagai bintang ketegaran.. bintang keikhlasan.. bintang yang bersinar benderang penuh semangat mengalahkan kepekatan malam. Bintang yang pernah kau pinjamkan padaku ketika aku rapuh. Lihatlah beribu pasang mata menantimu bangkit kembali.

Mbak Yu.... Met milad yah...
Semoga Allah memberikan yang terbaik buat Mbak Yu...
Semoga bertambahnya usia ini adalah titik balik menjadi Mbak Yu yang lebih bijak,dewasa dan menjadi yang lebih baik...
Maaf, ade ga bisa mempersembahkan hadiah spesial buat Mbak Yu...


@lWaYs Luv u...

Friday, September 21, 2007

Gara2 Ngantuk

Gara-gara ngolesin Minyak Angin Hijau Caplang sambil merem.... semalem shalat tarawihnya jadi kacau , orang-orang sekeliling juga jadi pada ngetawain. Hikz. Melasi banget. Maluwwwnya itu loh yang ga nahan. Iyah, mang salahku. Kemaren siang emang dah kerasa bener ngantuknya. Rencananya setelah pulang kerja juga (13.00 WIB) mau langsung bobo . Ehhh sampe rumah bukannya tidur malah nemenin adek nonton tipi sampe jam tiga. Sebenernya sambil tiduran, dah siap2 pake bantal+selimut juga. Tapi... si adek nonton tipinya ketawa mulu dah gitu malah coel-coelan gitu ma aku, ya sudah ga bisa tidur malah becanda doang . Iya sih jadi ga ngantuk... tapi ya itu imbasnya pas sholat teraweh jadi ngantuk. Dasar!. Jam tiga lewat mpe jam tengah enam masak nyiapin menu buka puasa sama si adek doang, soalnya Ibu lagi nyiapin sedekahan di rumah Mbah.

Sholat tarawih pun tiba.... rasa ngantuk malah semakin menjadi-jadi setelah makan berat *hayyoooo berapa piring ?? Cuma sepiring kok.... suerrr . Nah untuk antisipasinya Ibu nyaranin kelopak matanya diolesin pake minyak angin hijau caplang *Jurus terjitu yang biasa digunakan orang tua biar ga ngantuk. Padahal aku paling ga suka kalo make sejenis minyak angin kaya gitu, balsem atau apalah. Ga suka aj,titik. Dah gitu mukena+sajadahnya jadi bau minyak angin. Duuuh kek orang sakit ajah. "Bu, ini kan buat masuk angin,sakit perut" sambil nunjukin petunjuk penggunaan obat yang tertera dikemasan. "Iyah... tapi manjur kok !. Dijamin setelah diolesin itu ga ngantuk lagi, jadi melek !". "Yaiyalah Bu... orang ntar jadi panas..." Batinku. Tapi... demi memperolah "kekhusyukan"... okelah. Ga da salahnya mencoba. Akhirnya ke langgar (mushola-red)berbekal minyak angin hijau caplang di saku.


Alhamdulillah... rasa kantuk belum menjadi bahaya besar ketika ibadah shalat Isya'. Tapi ternyata rasa kantuk terus menjadi-jadi *duuuhh setan ngeganggu banget sih. Nih mata rasanya mo mereeem terus, badan rasanya dah oleng. Akhirnya setelah selesai rakaat kedua shalat tarawih, kukeluarkan jimatnya *maksudnya minyak anginnya. Kubuka tutup botolnya yang kecil, trus langsung aku oles ke kedua kelopak mataku *tidak menggunakan jari. Mulai sholat lagi deh. Saat rakaat pertama panasnya ga begitu terasa, tapi setelah sujud... Panaaaaassssss. Sholatpun akhirnya merem,kayaknya tuh minyak sedikit kena mata. Ga bisa melek !. Sholatnya pun jadi ga karuan, sebentar-sebentar ngucek-ngucek mata. Ealahhh malah tambah panas . Akhirnya setelah salam, langsung kubuka mukena dan lari ke tempat wudhu sambil merem, kesandung-sandung. Alamak....... Ibu-ibu pada ketawa tuh... . Setelah wudhu lagi, ternyata beneran ngantuknya ilang. Bisa melotot malah . "Makanya... kalo ngolesin tuh dituang ke jari dulu.. jangan langsung tuh botol dioles ke mata.. " Celetuk Mba-mba yang duduk disebelahku. "Kebanyakan sihhh" celetuk yang lain. Aku cuma mesem. "Jangan pada ngetawain dong......"batinku.

Begini nih jadinya.... semua gara-gara ngantuk, ups maksudnya ga bisa menej waktu dengan baik. Semestinya tadi siang digunakan untuk istirahat bukan nonton tipi. huhuhu.

Wednesday, September 19, 2007

Sejuta Dolar @Khayalan Bangetz....

Ah.. ada-ada saja nih PRnya dari Mas Yu... Ceritanya 'N disuruh ngayal neh... Padahal kalo disuruh ngayal seringnya buntu ditengah jalan *haduh-gawat.Waduhhh 'N sendiri lom ngitung kalo duit segitu dalam rupiah berapa yah? * buka situs RI, cari-cari kurs dolar,Nah ketemu ! satu dolar dapet Rp. 9.879,00. Ckckckck padahal ada sejuta dolar yahhh? Berarti kalo ditukar (18-9-2007 Jam 11.37)ada.... Rp 9.879.000.000,00. Maknyaaaaaak. Mo tahu kelanjutannya setelah dapet uang segini??????: Yiukkk mariii simak.....



Pertama: Saking kagetnya, ga percaya, gemetaran. Akhirnya.... 'N semaput alias pingsan tak sadarkan diri *Ini adalah pingsan yang pertama kalinya seumur hidup.
Kedua : (Rp. 500.000 untuk biaya RS). Karena efek dari semaput itulah akhirnya 'N dibawa rumah sakit *krn disiram air ga mempan. Akhirnya diambillah dari uang sejuta dolar itu. Kemahalan ga sihhh??? *ga tahu dehhh pihak RS jadi ngemahalin tuh biaya gara-gara tahu sebab musabab 'N pingsan *amal.
Ketiga : (Rp. 500.000 untuk biaya konsumsi rapat keluarga besar). Nah.. berhubung uang sejuta dolarnya tiba-tiba ada ditangan yg ga jelas dapet dari mana tapi katanya halal alias rejeki nomplok, 'N memutuskan untuk mengadakan rapat keluarga besar untuk membahas untuk apa uang segitu banyaknya dengan memperhatikan 3 hal pokok yaitu : Pajak yang harus ditanggung *WNI yang baik harus inget ni kewajiban, Kebutuhan Keluarga Besar yang paling mendesak, terakhir Sedekah *ihh kok terakhir? Yang pasti bukan lebihan lohhh ini masuk 3 utama. Nah.. selebihnnya boleh buat yang lain-lain.
Jadi sisanya Rp 9.878.000.000 (masih banyaaak). Ya sudah berikut adalah rencana pengeluaran khayalannya:


  • (500 juta) : Mbayar pajak untuk segitu rupiah berapa sih ? Krn ga tahu, yaa kasih deh 500jt.Syukur-syukur lebih,kembaliannya bonus ajah !
  • (100 juta) : Untuk Syukuran se Keluarga, se RT, se RW,se Desa Bahkan boleh lah seKabupatenKebumen
  • (Rp 1.278.000.000) : Seperti yang komen 'N ke Om Nandar, buat Pergi haji seKeluarga Besar.
  • (2 milyar) : untuk dibagi-bagikan ke Keluarga Besar, terserah juga digunakan untuk apapun,kapanpun, dimanapun dan dimanapun asalkan halal.
  • (1 milyar) : dibagi-bagi buat orang sekampung, membangun sarana prasarana kampung 'N.
  • (1 milyar) : Sebagai wujud kebersamaan Blogger seantero (kek rencananya Mas Yu) 'N juga mo bersilaturahim ke tempat temen-temen blogger ngasih oleh-oleh.
  • (2 milyar) : Hehehe mo Buka usaha juga ah..... Pengennya buka restoran yang tersebar diseluruh Indonesia Yang Halal-Terjangkau-Menunya Makanan Khas Indonesia ajah. Trus hiburannya juga Budaya Indonesa bangetz deh.Tetep menjaga ketradisionalan Indonesia *bukan primitif low, dan pastinya teteeeeupp syar'ie. *Amiiiiiin.
  • (1 milyar) : Kerjasama dengan temen-temen blogger (yang dapet sejuta dolar juga) untuk berinvestasi mendirikan sekolah gratis, rumah sakit gratis, panti jompo, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya demi taraf kehidupan bangsa Indonesia yg lebih baik. *Halah kayak mo kampanye pilpres ae...
  • (1 milyar) : Akhirnya satu milyar terakhir 'N tabung sendiri untuk suami-anak-cucu 'N kelak.. Amiiinn

    Akhirnya kelar sudah khayalan tingkat tingginya...... Semoga ada orang yg berbaik hati mau ngasih gratis uang segitu dan bisa terwuud sukses khayalan diatas *ngarepdotkom. Keknya temen-temen yg laen dah kena jatah semua deh.So.... siapa aja yang mau berkhayal, boleh deh di ceritakan khayalannya di blog masing-masing. Eitssss..... 'N pengen si Sky mengkhayal juga ahhh.. enak ajah dia ga kebagian !! *dia kan jago ngayal,palagi skrg dia lagi termenung di bulan sono... hehhe bisa buat bahan khayalan nih sky.... xixixii. Buruan skyyyyyyyyy..... keburu IMSAK!!!! ntar NYESEL lowww . Tapi lebih enakan yang pasti-pasti aja deh



Monday, September 17, 2007

Berita duka

Innalillahi wa inailaihi roji'un...
'N ijin pamit... Kakek 'N telah meninggal dunia
pada hari ini, Senin, 17 September 2007 pukul 12.00
Mohon doanya...
Semoga segala amal Beliau diterima disisiNya..Amiin.

(Sepeninggal Kakek Tercinta.....)
Lantunan ayat suci Al-quran terdengar mengalun syahdu di setiap sound yang dipasang disudut2 eternit kantorku. Hari Senin kemarin diumumkan bahwa selama bulan Ramadhan
Wakil Bupatiku yang juga adalah seorang Kyai terkenal di Kebumen akan rutin tadarus beberapa menit dan segenap karyawan diminta untuk menyimaknya di masing-masing satker setelah Apel pagi selesai. Sungguh menambah khusuk bulan nan suci ini. Pagi ini... rasanya semakin trenyuh, nelangsa sendiri mengingat kembali kejadian kemarin. Mbah kakung... kakek 'N, Bapak dari pihak Ibu (satu-satunya kakek yang masih 'N punya) telah berpulang ke Rahmatullah.InnaLillahi wa inailaihi Roji'un.

Semalam kami sekeluarga berkumpul merekam kembali detik-detik terakhir kepergiannya. Semuanya masih tak percaya. Seperti mimpi saja. Itulah misteri Illahi. 'N sendiri masih ga percaya setelah di sms siang kemarin oleh saudara sepupu bahwa Eyang telah berpulang, saking ga percayanya 'N langsung telpon balik "yang bener An?, km boong yah? Kapan-jam berapa? trus gimana ceritanya?, kamu jangan bohong....". Ana sendiri malah diam diberondong pertanyaan begitu. Hanya jawaban yang teramat singkat yang keluar "Cepetan kamu pulang" Telepon ditutup.Aku masih diam terpaku gemetar. Antara percaya dan tidak. Dengan perasaan yang masih galau, kacau ga karuan kututup task-task di kompieku,ijin sama teman chat-shutdown, bebenah kertas-kertas yang ga jelas tempatnya lalu menumpuknya jadi satu. Biar besok sajalah kubereskan. Kemudian ijin pulang. Rasanya sesak sekali ketika mendengar ucapan bela sungkawa dr teman-teman. Aku ga sanggup bicara kecuali menjawabnya dengan senyuman getir.

Dalam perjalanan pulang, masih saja rasa ketidakpercayaan itu terlintas. Gara-gara itu juga hampir aja 'N nabrak sepeda bahkan hampir terpeleset. Maaf-maaf-maaf. Begitu sampai dihalaman rumah eyang yang bersebelahan dengan rumahku, langsung kustandar motor dan kemudian segera masuk ke rumah Eyang. Orang-orang sibuk menata bangku dan juga segala peralatan untuk memandikan jenazah. Wajah Mbah putri,Ibu, Bule',Sepupu-sepupu terlihat sembab.Bahkan Bapaku yang sedemikian tegarpun demikian.
Aku sendiri yang tlah bertekad untuk tak menangis tak kuat rasanya untuk menumpahkan segala kesedihan ini. Karna ini adalah benar-benar kenyataan. Tubuh kakek terbujur kaku berselimut kain diatas dipan kayu. Sepupuku mencoba terus merayuku untuk melihat wajah kakek untuk yang terakhir kalinya. Ah..... aku ga sanggup. Aku malah bergerak mundur perlahan menjauh... Ana sibuk sms-menelpon satu persatu kerabat kami yang berada diperantauan. Jakarta, Indramayu. Akhirnya kakek dimakamkan pukul 16.00 WIB.


Pertemuan... Perpisahan...
Sudah garisNya
Bukan kuasaku untuk mengubahnya apalagi menghapusnya
Meski nyawa kugadaikan sekalipun

Tangisku...
Adalah bentuk kelemahanku di hadapanNya

Kan kami sampaikan salam pada bintang di waktu malam
Kan kami ukir doa di kesunyian malam
Hanya itulah yang bisa kami lakukan
Meski tiada pernah sebanding dengan sentuhan kasihmu
Maafkankanlah tingkah polah cucumu ini

Kakek.. semoga engkau tenang dalam tidur panjangmu



Salam cinta dari cucumu yang paling nakal
(Afandi, Supri, Yuni, Har, 'N, Udin, Heru, Eli, Nur, Amri, Uut, Kamil, Ningsih, Dedi, Aris, Budi, Ana, dan Lia)

-maafterburu-buruuntuksegerapulangkerumah-

Thursday, September 13, 2007

Introspeksi

Dekat namun tak dekat.Mungkin seperti itulah hubungan kami.Dekatnya jarak diantara kami ternyata tidak cukup ampuh sebagai perekat jiwa kami untuk saling mengenal satu sama lain.Jauh dilubuk hati (baca:hati) sama sekali tidak menginginkan kondisi seperti ini.Andai saja kusanggup menyelami dalamnya hatimu mungkin sejak dulu sudah kulakukan agar kita bisa lebih saling memahami bahkan lebih dari itu. Betapa aku menginginkan persahabatan kita semakin lebih baik. Adakah kaupun demikian?. Semoga...


Namun kau lebih memilih untuk diam. Diam dan diam, bahkan kau malah lebih menyukai sikap diammu itu.Kau membuatku semakin bingung dan serba salah bagaimana aku bersikap.Dia, adalah salah satu sahabat dari sekian sahabatku. Seorang gadis yang cantik, tekun, pintar juga pendiam. Itulah sedikit gambaran yang bisa kutulis. Mungkin kepribadiannya agak mendekati intro dengan segala kekurangan dan kekurangannya.Dan aku tidak kan mempermasalahkannya. Sedang aku sendiri.... akupun sama seperti yang lain yang memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Sebenarnya hubungan kami selama ini baik-baik saja. Pun hingga saat ini. Namun beberapa hari terakhir telah terjadi sesuatu yang mengusik hati dan perasaanku. Aku tidak tahu apakah ia mengetahuinya atau tidak. Sepertinya dia tidak menyadari hal ini, karna aku sendiri tak mengutarakan ketidaknyamanan ini. Karna aku yakin seiring waktu pasti akan hilang dengan sendirinya. Dan karna aku yakin akulah yang salah. Jadi... aku hanya butuh waktu untuk menerima semua ini dengan lapang hati. Sahabat... tak lain karna aku tak ingin membuatmu tersinggung atas kesalahpahaman ini.

Aku akan bercerita sedikit. Ceritanya selama 2 hari yang lalu kami bersama atasan kami pergi keluar kota untuk kepentingan dinas. Hubungan kami dengan atasan sudah seperti keluarga sendiri. Beliau sering memberikan nasihat-nasihat bagi masa depan kami.Beliau sangat berjasa kepada kami. Oleh karena itu kami tidak merasa canggung baik kepada beliau ataupun keluarga beliau sendiri.Singkat cerita selama 2 hari itu kami selalu pulang malam. Malam pertama kami tiba dari perjalanan (berhenti dirumah atasan) pukul 12 malam. Biasanya jika sudah melewati jam 10 malam keatas kami bermalam dirumah keluarga beliau dengan alasan bahaya seorang gadis pulang malam-malam. Takutnya ditengah jalan ada apa-apa.Apalagi jarak rumah sekitar 6 km.

Entah kenapa temanku itu menolak bermalam dan tetap memilih pulang kerumah yang sebelumnya sudah meminta jemputan 'seseorang'. Sebelumnya dia menanyakan pendapatku untuk bermalam atau tidak. Yahhh pada dasarnya aku sendiri pengen pulang.. tapi kondisi tidak memungkinkan. Selain sudah larut malam, kesehatanku juga agak kurang baik ditambah kantuk yang terasa berat. Namun... ia tetap bersikukuh pulang dengan alasan pengen aja. Sebelumnya atasanku sudah menawarkan opsi apakah diantar pulang atau bermalam dirumah beliau. Sebenarnya aku ingin tetap bermalam saja... tapi aku ga mau sendirian. Kalau aku diantar... bagaimana motornya? Repot, sedangkan besok pagi harus berangkat kerja.Kalo ditinggal mau naik apa. Ahhh bingung.Pengennya sih bermalam aja kemudian jam 5 pagi pulang untuk siap-siap berangkat kerja.Percuma, ia tetap bersikeras. Yasudahlah... akhirnya aku memilih pulang meski atasanku melarang.Pukul 00.30 kami pulang. Sambil mengendarai motor dengan menahan dingin dan kantuk... sahabatku dan 'seseorang' itu mengawal dibelakangku. Sama sekali bukan kecemburuan yang meradang di hati, tapi... aku merasa kehilangan seorang sahabat dan kepeduliannya.Sahabat, maafkan atas perasaan ini...

Karena kejadian itulah perasaan 'N kemarin tak nyaman, aku berusaha untuk instropeksi. Tak bisa dipungkiri, awalnya aku memang kecewa atas perlakuan dan kepribadianya tersebut.Namun ternyata dengan terus menyalahkan orang lain justru malam membuat aku semakin bersalah. Karena itu benar-benar sebuah kesalahan. Jika demikian, sama artinya aku tak siap, tak memahami dan menerima keragaman kepribadian yang diciptakanNya. Jika demikian, justru kekecewaanlah yang akan terus dirasakan. 'N harusnya menyadari kekeliruan ini dan menanamkan bahwa nobody one is perfect. Bagaimanapun karakter mereka seharusnya 'N bisa menghargainya dan menyadari bahwa disetiap karakter itu terdapat segala kekurangan dan kelebihan tersendiri.InsyaAllah jika senantiasa sadar akan ketidaksempurnaan pada diri sendiri maka akan mudah untuk menerima ketidaksempurnaan pada diri orang lain dan tidak menuntut ini-itu sekehendak hati kita. *'N emang keliru.... hikz.

Setiap orang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda berikut kekurangan dan kelebihannya. Tak lain agar kita bisa mawas diri, tidak menyombongkan diri dan terus termotivasi demi mencapai kesempurnaan akhlak.
Semua ada hikmahnya. Thanks buat semuanya. Semoga dengan kejadian ini 'N bisa semakin bersemangat untuk terus belajar memperbaiki menuju pribadi yang lebih baik. Amiin..

Akhirnya... suasana hati 'N kembali seperti sedia kala dan menjalani ibadah puasa ini dengan damai. Buat temen-temen semua... meskipun telat 'N haturkan beribu maaf atas segala kekhilafan lahir batin. Semoga.... kita bersama-sama mampu meraih segala keberkahan dibulan Ramadhan. Semoga.. tak hanya lapar dan dahaga yang didapatkan dari ibadah ini.... Semangat yahhhh !!!! Jangan lupa.... sahurnya.




"Sahabat yang selalu tepat waktu bisa punya sahabat yang selalu terlambat"
"Sahabat yang sangat teratur bisa punya sahabat yang tidak pernah membuat rencana"
"Sahabat yang selalu serius bisa punya sahabat yang selalu raing"
SAHABAT TIDAK SELALU SERUPA
Mereka tahu cara menikmati PERBEDAAN mereka
(Phyllis Hob, Hal-hal menakjubkan pada sahabat, Quality Press,1997)


-In9inSelaluBisaMemahamiSegalaPerbedaan-Rabu,00.00 WIB-

Monday, September 3, 2007

Tragedi 1 Sept 07

Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum semuanya ? Pa kabar?. Semoga embunNya senantiasa hadir menyejukkan jiwa tuk menyusun kekuatan baru disetiap langkah kita mencapai kehidupan yang hakiki.

Fuihh... Lega namun berselimut duka. Itu yang 'N rasakan setelah kegiatan OSPEK berakhir. Lega, karna memang kegiatan itu telah berakhir-selesai-rampung . Namun... ada sedikit kekecewaan. Sebenarnya hal yang sepele, namun ibarat nila setitik rusak susu sebelangga. Sampai hari ini pun masih tertinggal kekecewaan itu, namun bagaimana lagi. Hal itu sudah terjadi. Tragedi apa? keknya serem banget yah?.


Sebenarnya ga ada niatan untuk memperbincangkan ini di muka umum palagi online kek gini. Yahhh cuma perdebatan antara cama dengan panitia ospek sih. Cuma ?. Kronologisnya singkat ajah yah. Jadi ada salah satu cama yang melanggar tata tertib ( ga make 3 atribut ), kami selaku panitia berhak menegakkan keadilan demi tata tertib yang udah disepakati bersama. Namun ternyata dia menyambut pertanyaan kami dengan bentakan, menunjuk-nunjuk muka ketua ospek lagi !. Kami semua kaget, ga nyangka si cama bakalan bersikap kek gitu. Bahkan dia menuduh tata tertib alias peraturan yg panitia buat melecehkan dan menghina mereka. Ketua ospek ga terima dong... atas dasar apa dia berani berkata dan bertindak kek gitu.
Suasana memanas.... aku yg berada disamping ketua ospek ikut geregetan plus ngeri.
Singkatnya aku ajak si cama itu menjauh dari ketua ospek. Aku masih yang gemeteran. Bisa dibilang aku tuh paling takut deket dengan orang-orang emosional kek gitu pa lagi postur tubuh gedean dia timbang aku. Matanya merah, napasnya masih tersengal-sengal penuh emosi, mulutnya bergetar masih terus saja mengeluarka kata-kata yang ga sopan. Butuh beberapa menit untuk menenangkan dia. Setelah berhasil membuat dia tenang, aku dan dia duduk berhadapan dan akhirnya dia mau berbagi cerita kenapa akhirnya dia bersikap seperti itu. Dia bercerita tentang perjuangannya selama ini, perjuangan dia bolak-balik Purworejo-Kebumen yang katanya sampai malam ga ketemu bis pulang juga biaya yang sudah dia keluarkan. Dan karena itulah yang membuat dia melanggar peraturan tidak menggunakan beberapa atribut yang mestinya dia pakai. Aku cuma mendengarkan dan mendengarkan sampai dia selesai. Dalam keadaan emosi seperti itu aku berusaha untuk tidak menyalahkannya. Aku khawatir kalo aku langsung memvonis dia salah malah nantinya memancing emosi dia dan malah semakin meledak. Setidaknya emosinya sudah menurun dan bebannya agak berkurang setelah dia bercerita, berbagi beban-keluh kesah yang dia rasakan saat itu. Dan akhirnya berakhir damai... ketua ospek dan si cama tersebut saling memaafkan. Dan si cama tersebut akhirnya bersedia kembali bergabung ke kelompoknya untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Alhamdulillah.

Ga ada yang salah. Juga tak pantas jika harus memutuskan siapa yang salah ataupun juga siapa yang benar. Kalo dipandang dari pihak panitia.Adalah wajar juga jika pihak panitia menjadi berang oleh tindakan nekatnya yang sama sekali tidak menghormati senior, orang yg dituakan.Saya kira ga ada yang salah dengan tata tertib yang dibuat. Atribut yang digunakan untuk cama/cami adalah menggunakan seragam hitam putih, topi menggunakan semacam cething, kalungnya: untaian 20 jenis jajanan (yg nantinya untuk dimakan cama/cami itu sendiri). Apakah ada yang salah ? Ahhhh.. kalo aku analisa alasan dia melanggar tata tertib itu hanyalah alasan saja untuk membela diri atas kesalahannya tsb. Kenapa hanya dia yang melanggar?. Walaupun begitu aku menghargai perjuangannya. Saya kira itu adalah resiko. Kemarahannya tak lain adalah ketidaksanggupannya mengontrol emosi dalam menerima dan mengakui pelanggaran yang dia buat. Sebaliknya aku malah kasihan, aku tahu sebenarnya dia tak bermaksud melakukan ini semua. Itu bisa dilihat dari raut wajahnya, nada bicaranya dan tubuhnya yang gemetar. Dibalik kemarahannya yang meluap-luap tersimpan ketakutan yang teramat sangat, aku bisa merasakannya.Marah adalah wajar, normal namun perlu cara-cara yang tepat dalam mengungkapkan marah tersebut agar tidak menimbulkan masalah baru.

-Semoga dari kejadian ini dapat diambil hikmah untuk yang akan datang-